TNI-Polri Kirim Nakes untuk Atasi Lonjakan COVID-19 di Kudus dan Bangkalan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sumber foto: Istimewa
GALAXY TANGKAS - TNI dan Polri telah mengirimkan bantuan medis untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19 di Kudus dan Bangkalan. Hal itu disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi.
“TNI-Polri mengerahkan tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit untuk bisa melakukan pelayanan, sehingga BOR (bed occupancy rate) di rumah sakit itu segera bisa tertekan dan turun,” kata Hadi dalam siaran pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/6/2021).
TNI-Polri akan memberikan bantuan tenaga kesehatan untuk daerah yang membutuhkan
Selain Kudus dan Bangkalan, Hadi juga mengatakan bahwa TNI-Polri akan mengirimkan bantuan tenaga kesehatan ke daerah-daerah yang kekurangan.
“Termasuk juga apakah tenaga kesehatan di masing-masing rumah sakit di setiap kabupaten kurang, akan kita tambah, dan juga membantu di tempat-tempat isolasi yang dibangun oleh kabupaten maupun kotamadya,” kata Hadi.
TNI akan membantu pendampingan penguatan 3T di Kudus dan Bangkalan
Tidak hanya itu, TNI juga akan memberikan pendampingan untuk tracing, testing dan treatment (3T) dalam pelaksanaan PPKM mikro di Kudus dan Bangkalan. Bantuan tersebut untuk membantu dinas kesehatan kabupaten/kota.
“Melipatgandakan kekuatan tracer untuk membantu Babinsa dan Babinkamtibmas, karena kita kerahkan anggota TNI dan Polri di wilayah yang kita laksanakan PPKM dengan penambahan personel tersebut untuk bisa melakukan kegiatan membantu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten,” kata Hadi.
Menkes menjelaskan penyebab lonjakan kasus di Kudus dan Bangkalan
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menambahkan pasokan vaksin COVID-19 untuk Kudus dan Bangkalan. Pasalnya, dalam beberapa pekan ini, kasus di kedua wilayah tersebut mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang cukup signifikan.
"Untuk vaksinasi, ini di sisi hulu, di Kudus, kita sudah drop 50 ribu. Supaya bisa segera disuntikkan. Di Bangkalan juga akan segera kita drop 50 ribu untuk mengurangi penularan," kata Budi dalam siaran pers yang disiarkan langsung di Channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/6/2021).
Budi kemudian menjelaskan penyebab lonjakan kasus di dua daerah tersebut. Dia mengatakan lonjakan kasus di Kudus karena daerah tersebut merupakan daerah ziarah. Sementara itu, lonjakan kasus di Madura disebabkan banyaknya TKI yang pulang dari negara tetangga.
"Untuk itu, yang kami sudah lakukan, saya sudah hadir ke sana, Kepala BNPB juga sudah hadir ke sana, Kapolri dan Panglima juga," kata Budi.
Selain itu, kata Budi, pemerintah telah merujuk pasien berat dan sedang ke kota terdekat. Hal ini untuk mengurangi beban rumah sakit di Kudus dan Bangkalan.
“Untuk Kudus ke Semarang, untuk Bangkalan ke surabaya. Alhamdulillah kapasitas rumah sakit di Semarang dan Surabaya itu cukup untuk menerima rujukan dari Kudus dan Bangkalan,” jelas Budi.
Tak hanya itu, pemerintah juga telah mengambil langkah terkait minimnya tenaga kesehatan di Kudus dan Bangkalan. Menurut Budi, pemerintah telah mengirimkan tambahan tenaga kesehatan ke dua wilayah tersebut.
“Saya bisa sampaikan di Kudus ada 300 lebih tenaga kesehatan terpapar tapi karena sudah divaksin, kondisi mereka masih baik, termasuk satu dokter spesialis yang usianya sudah 70 tahun alhamdulillah kondisinya juga baik,” jelasnya.



Tidak ada komentar: